Jainisme mulai diakui keberadaannya di Magadha, India Utara,
sekitar abad ke-6 dan ke-5 sebelum Masehi. Pada waktu itu Vardhamana
Mahavira mulai menyebarkan ajaran-ajarannya. Oleh karena itu Mahavira
ini lebih dianggap sebagai “nabi” jainisme, bukan sebagai penciptanya.
Hal ini diperkuat oleh kenyataan, bahwa Mahavira dianggap bukan yang
paling dulu menyebarkan ajaran-ajaran jainisme tersebut. Namun diakui
bahwa diantara sekian banyak Tirthankara, Mahavira adalah yang paling
akhir turun ke dunia ini.

0 komentar:
Posting Komentar