Pages

Selamat datang di blog kami, Blog ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Agama-agama Dunia, prodi ilmu hadis 3b, fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan dosen pembimbing IBU Hj SITI NADROH. MA

Banner 468 x 60px

 

Video Relasi

0 komentar
Sebuah persaudaraan yang terjalin melalui persahabatan tidak bisa disepelekan karena dengan saudara itulah kita bisa saling mendukung dalam menggapai mimpi walau itu bukan mimpi bersama, mimpi bersama bukan merupakan syarat mutlak untuk kita tetap saling mendukung namun niat dan kebesaran hati untuk saling mendukung walau dijalan impian yang berbeda, karena arti sebuah persaudaraan sejati adalah " ketika kita membiarkan dan mendukung  saudara kita tumbuh sesuai dengan impian dan cita-cita dia dan bukan sebaliknya" karena sejatinya setiap manusia mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda namun tujuannya sama ingin dihargai dan dianggap ada. jadi akan terasa sangat zalim bila kita mengaku sayang dan cinta kepada saudara kita bila faktanya kita mendikte dia untuk turuti apa yang kita mau.
Read more...

Journal: Paryapti Pranapana In Jaina Agama

0 komentar
In sixteenth- und seventeenth-century Rajasthan, Nāth and Sant authors of vernacular compositions were ardent critics of beliefs and practices that did not share their form of monism averring the interior unity of Self and self and consequently rejecting iconic worship. Amongst many others, invariably Jains qualified as their target. Their critique focused particularly on the figure of the yati, the Śvetāmbara ascetic. Underlying this were ancient clichés that kept being updated so that it is to be cautioned against attempting to extrapolate from these to reality. Nonetheless it can be argued the particularly the Sant critique of the Jains was bitter because Jain ascetics relied on  merchant-caste patrons whose attention was also courted by Sant monks. Two critiques are analyzed in this essay, one by the Nāth Siddha Prithīnāth (second half of the 16th cent.) and the other by the Dādupanthī Rajab (17th cent.).
Read more...
 
Mengenal Agama Jain © Suryo sadewo 2017